Tampilkan postingan dengan label Bakat. Tampilkan semua postingan

Panitia Seminar dan Natal IKB-PMPJ buat Aksi sosial di Jatim Park,Batu Malang

Pada saat panitia seminar dan natal IKB-PMPJ menggelar penggalangan dana dengan tari-tarian dan busana papua di kota wisata, batu malang. (Foto;Panitia)

Panitia natal ikatan keluarga besar pelajar dan mahasiswa se-pegunungan jayawijaya (IKB-PMPJ) Se-jawa dan Bali, tengah menggelar kegiatan penggalangan dana dalam rangka seminar dan natal yang dilaksanakan bulan desember mendatang. (Sabtu 27 April 2013) di wisata kota batu, malang.

Menurut salah satu peserta aksi sosial, aksi ini dibuat dalam rangka menyukseskan beberapa acara,  antara lain; acara festival budaya dan natal di kota surabaya dan malang.

Dikatakan kegiatan aksi sosial ini dilakukan rutin setiap minggu di kota wisata batu, karena panitia sudah koordinasi dengan pihak pengelola jatim park untuk menggelar aksi sosial atau galang dana ini.

"Tujuan kegiatan ini yang pasti untuk menyukseskan acara Seminar dan Natal di kota malang desember mendatang."tutupnya

Pihak-pihak yang terlibat dalam aksi ini antara lain, Sponsor, senioritas kemudian anggota IKB-PMPJ Yaitu; Jayawijaya, mamberamo tengah, Yalimo serta simpatisan mahasiswa/i Papua se-kota malang.
Dalam rangka menyukseskan acara Seminar dan Natal tersebut, panitia juga menyelenggarakan beberapa acara antara lain; Lomba Pop singer's, Pidato, Show model dan Festival budaya di surabaya. 

Kegiatan-kegiatan acara terutama lomba dan festival budaya tersebut maksud dan harapan panitia penyelenggara, dapat menjadi ajang dan kesempatan untuk mahasiswa/i papua yg berdomisi di kota jawa timur dan sekitarnya untuk mengembangkan minat dan bakat serta melestarikan budaya. Mengingat di era moderen saat ini, banyak mahasiswa/i Papua yg mulai tidak peduli dengan budaya papua sebagai identitas dan cenderung mengikuti budaya modern.

Khusus acara festival budaya harapannya dapat menjadi momen untuk memperkenalkan budaya yang unik dan beraneka ragam suku dan budaya yang ada di Papua, serta dapat mengangkat harkat dan martabat orang papua sesuai dengan tema kegiatan "Culture is my identity".

Harapan besar panitia pelaksana acara ini, agar semua paguyuban atau koorkab dan komunitas mahasiswa/i atau orang papua yang menetap di daerah jawa dan sekitarnya agar dapat hadir dan berpartisipasi dalam acara ini. (Admin)

Yanto Gombo, Anak muda papua kreatif dan berbakat dalam Melukis

Yanto Gombo dengan lukisan-lukisanya dikampus ISBI Papua, ketiga karyanya sampai ditawar oleh pembeli luar Papua.-(Foto-Jubi)


Menurut Wikipedia Seni lukis adalah salah satu cabang dari seni rupa dngan dasar pengertian yang sama, seni lukis adalah sebuah pengembangan yang lebih utuh dari menggambar.
Demikian tentang apa itu seni lebih khusus seni lukis dan saya akan mengajak teman-teman langsung pada topik diskusi atau pembicaraan kita kali ini....yap sbb;
Ia adalah Yanto Gombo, beliau adalah adalah mahasiswa ISBI (Institut Seni Budaya Indonesia) kelahiran 1996 asal wamena yang sedang menetap dan melanjutkan studinya di kota jayapura.
Pria asal wamena ini memang tidak seperti laki-laki pada umumnya, beliau memang sudah memiliki bakat melukis bahkan dari bangku SD yang terus dikembangkan hingga saat ini, sayang kelebihanya baru diungkap dan diangkat oleh dibeberapa media diantaranya Tabloidjubi dan Wani kemarin.
Patut diakui melukis memang bukan hobi yang dimiliki setiap orang. hanya orang-orang tertentu seperti halnya Yanto yang dapat menghasilkan karya-karya imajinasi yang menarik dan realistis seperti gambar diatas, gambar-gambarnya memang diakui bernilai ekonomi tinggi.

Laki-laki yang kerap pula dipanggil Rjan ini sanggup membuat lukisan potret dan natural melalui berbagai media, baik kertas, kanvas, kulit kayu, sketsa, komputer, tripleks, hingga tembok bangunan rumah atau gedung.


Bakat melukis yang dimiliki Yanto memang sudah mengalir sejak duduk di bangku Sekolah Dasar (SD). Berdasarkan cerita dirinya maupun teman-teman sebayangnya, kreasi atau karya-karyanya dapat ditemukan di buku-buku catatan hariannya atau rumahnya sendiri hingga akun media sehingga hampir semua teman-temannya mengetahui kemahirannya.

Sebagai mana dikutip dari situs Tabloidjubi menurutnya, di dunia seni lukis, ada bermacam aliran, di antaranya realistis, ekspresif, dan naturalis atau kelihatan mirip.

Sehari-hari, beliau karena sudah mulai dikenal sebagai pelukis, Yanto sering menerima pesanan untuk mengambar di beberapa tempat di Kota Jayapura dan Wamena.
“Biasanya saya diminta melukis di TK Sentani, untuk hotel dan gereja, umumnya untuk lukisan berukuran 3×4 meter hingga 4×4 meter, itu paling lama bisa hingga empat bulan, tergantung ukuran dan kualitas gambar yang diinginkan konsumen, ia mencontohkan untuk gambar pencil dan kanvas hanya butuh waktu hitungan menit dan jam.” katanya.

Dalam melukis, kusulitan atau kunci sukses hanyalah sabar.tutupnya
Kelebihannya baru di angkat atau diketahui setelah Komunitas Papuansphoto mempromosikan karyanya, yang kemudian datang beberapa tawaran dari berbagai daerah di indonesia. Ada yang ingin membeli lukisannya dan ada juga yang ingin dilukis wajahnya. 

Demikian tentang Yanto gombo laki-laki dengan bakat lukis tersebut, disini penulis menggunakan sebutan Beliau karena ia adalah sahabat Sma penulis, agar tidak salah paham. Harapan saya sebagai penulis dan juga teman beliau agar orang-orang seperti yanto dan pada umumnya anak-anak papua yang memiliki skill dan talenta seperti Yanto ini perlu dapat perhatian dan dukungan dari pemerintah dengan memberikan mereka ruang dan kesempatan untuk tampil di berbagai kegiatan. Karena selama terlihat jarang, demi mengembangkan SDM,Kreativitas serta Melestarikan budaya. sekian (*)